Tivi versus Youtube

Dua tahun yang lalu media cetak sudah terpukul oleh media internet, bagi yang bekerja di redaksi seperti majalah atau surat khabar pasti akan merasakannya. Penurunan jumlah pembeli, dan akhirnya pengurangan jumlah karyawan. Tapi untuk penerbitan buku masih terlihat kuat... Walau sudah ada saingan ebook, dan jenis buku digital lainnya, baik bisa dibaca melalui komputer, tablet, dan hape. Nah, bagaimana dengan media tivi?


Kalau dicermati banyak anak yang belum sekolah atau di bawah lima tahun sudah dikenalkan secara dini dengan berbagai gadget. Dan gak sedikit anak-anak lebih suka menonton video pendek dari youtube. Akankah tivi senasib dengan media koran atau majalah? Atau malah mungkin tivi yang memanfaatkan youtube menjadi program acara dengan konten yang diambil dari internet. Keduanya masih menarik... Tapi dari segi manfaat secara merata youtube mungkin bisa lebih memberikan penghasilan bagi masyarakat ke berbagai pelosok. Karena siapa saja bisa jadi youtuber, dengan hobi membuat video atau sering disebut vlog. Di setiap daerah sudah banyak youtuber yang mengais rezeki dari produksi video ini, cerita sukses ada di mana-mana. Dari video yang asli dan bagus serta baik, atau editan sana-sini, video ngambil dari berbagai sumber seperti yang dibuat beberapa acara tivi, atau malah ada video yang terlihat asal-asalan. Menjadi youtuber sepertinya terlihat menarik dan gampang dapat penghasilan dari iklan yang disediakan Google. Tapi sebenarnya tidak semudah itu...

Menjadi youtuber butuh ide, kretaifitas, dan rajin dalam membuat video, apalagi kalau ditambah skill editing video yang oke dan mumpuni, dan konten yang baik. Malah sampai ada workshop atau seminar menjadi youtuber sukses dengan biaya menjadi pendaftaran sampai jutaan rupiah perorang. Tapi untungnya di setiap daerah bermunculan komunitas yang bisa dijadikan tempat sharing ilmu dan tempat bekerja sama sebagai youtuber. Tentu sebenarnya menjadi youtuber itu tidak mudah... Semua butuh proses... Dan ide yang terbaik...

Jadi bagaimana dengan media tivi? Mungkin usia tivi masih lama... Tapi entahlah apa yang terjadi kalau anak-anak pecinta youtube ini menjadi dewasa. Yang jelas, menjadi youtuber gak hanya sekedar mencari penghasilan dollar, tapi membuat konten yang baik, atau mengenlkan budaya yang baik tetap disukai semua lapisan umur, terutama anak-anak. Mari menjadi youtuber yang baik!

Comments

Popular Posts